HADIRILAH BERAMAI -RAMAI HALAL BIHALAL WARGA SASAK LOMBOK DI JAKARTA

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HADIRILAH BERAMAI -Jakarts ,TeNar News .Serikat media siber Indonesia -Salah satu tradisi yang selalu hadir saat Idulfitri yakni Halalbihalal. Biasanya Halalbihalal dilakukan dengan bersilaturahmi ke rumah tetangga, saudara, dan kerabat.  Pada acara Halalbihalal, Hati ini Sabtu,25/4/2026 / 1447 H menyelenggarakan Halal bihalal Kubro bagi Masyarakat lombok se Jabodetabek yang di adakan di Ponpes Nw Cakung Jakarta, di mulai Pukul 8 ,00 wib, yang akan di hadiri Pejabat Nusa tenggara Barat Gubernur, Bupati, walikota.Anggota DPR- RI -DPD RI Dapil NTB,

Halalbihalal menjadi tradisi yang terus berkembang hingga saat ini. Halalbihalal juga berkembang menjadi ajang “open house”, di mana sebuah  Ponpes Nw di bilangan Cakung dipake untuk HALAL BIHALAL AKBAR WARGA RANTAU LOMBOK Se-jabodetabek

Halalbihalal ternyata memiliki sejarah sendiri di Indonesia. Tradisi ini merupakan tradisi asli Indonesia yang tak dapat ditemukan di negara-negara lain. Nah, seperti apa sejarah Halalbihalal

Halalbihalal memang terdengar seperti berasal dari bahasa Arab. Halalbihalal sebenarnya berasal dari kata serapan ‘halal’ dengan sisipan ‘bi’ yang berarti ‘dengan’ (bahasa Arab) di antara ‘halal’.  Namun, Halalbihalal sebenarnya bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan tradisi yang dibuat di Indonesia. Kata Halalbihalal bahkan sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, Halalbihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Baca Juga :  Guru Besar UIN Jakarta Prof. Hasani Ahmad Said Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Teguhkan Spirit Keislaman dan Kebangsaan

Panitia pelaksana Halalbihalal Lombok Rantau menunjukkan semangat yang tinggi dalam mempersiapkan acara yang akan digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Acara yang ditunggu-tunggu oleh warga Lombok Rantau ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperingati Hari Raya Idul Fitri.

 

Ketua Panitia, Buchory, menyatakan bahwa persiapan sudah mencapai 90% dan panitia masih terus bekerja keras untuk memastikan acara berjalan lancar. “Kami sangat antusias dan berharap acara besok dapat berjalan dengan sukses dan memberikan kesan yang baik bagi para tamu undangan,” ujarnya.

Acara Halalbihalal Lombok Rantau ini akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk tausiah, doa bersama, dan makan bersama. Sebagai hiburan, panitia juga telah menyiapkan penampilan kesenian khas dari budaya Lombok yaitu Gendang Beleq. Gendang Beleq merupakan musik tradisional yang dimainkan secara berpasangan dan menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sasak.

Dengan semangat dan kerja keras panitia, acara Halalbihalal Lombok Rantau pada Sabtu, 25 April 2026 ini diharapkan dapat menjadi acara yang berkesan, meriah, dan memberikan kebahagiaan bagi semua yang hadir.

Dalam kamus ini alal behalal berarti dengan salam (datang, pergi) untuk (memohon maaf atas kesalahan kepada orang lebih tua atau orang lainnya setelah puasa (Lebaran, Tahun Baru Jawa). Sementara halal behalal diartikan sebagai dengan salam (datang, pergi) untuk (saling memaafkan di waktu Lebaran).

Baca Juga :  Festival Pesona Bau Nyale Menyambut WSBK Mandalika 2023

Asal usul istilah Halalbihalal ini bermula dari pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo sekitar tahun 1935-1936. Pada saat itu, martabak tergolong makanan baru bagi masyarakat Indonesia.

Pedagang martabak ini dibantu dengan pembantu primbuminya kemudian mempromosikan dagangannya dengan kata-kata ‘martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal’. Sejak saat itu, istilah halalbehalal mulai populer di masyarakat Solo.

Masyarakat kemudian menggunakan istilah ini untuk sebutan seperti pergi ke Sriwedari di hari lebaran atau silaturahmi di hari lebaran. Kegiatan Halalbihalal kemudian berkembang menjadi acara silaturahmi saling bermaafan saat Lebaran.

Makna Halal Bihalal

Halalbihalal tidak dapat diartikan secara harfiah dan satu persatu antara halal, bi, dan halal. Istilah ‘halal’ berasal dari kata ‘halla’ dalam bahasa Arab, yang mengandung tiga makna, yaitu halal al-habi (benang kusut terurai kembali); halla al-maa (air keruh diendapkan); serta halla as-syai (halal sesuatu).

Dari ketiga makna tersebut dapat ditarik kesimpulan makna halalbihalal adalah kekusutan,kekeruhan atau kesalahan yang selama ini dilakukan dapat dihalalkan kembali. Artinya, semua kesalahan melebur, hilang, dan kembali sedia kala.( Red )

Berita Terkait

HUT RI ke 81,” Warga RT 8 RW 7 sambut Dirga Hayu Republik Indonesia
Maulid Nabi Muhammad SAW,” MT.BALWAN Kota Depok sambut hari besar Islam
Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau
SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau
MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Bela Penimbun Pertalite Di Bogor Dan Tuding Miring Profesi Jurnalis
KABAR GEMBIRA BAND BARU BOSS FIVE AKAN SEGERA DIRILIS DI AKHIR TAHUN 2026
SIMPOSIUM NASIONAL 60 TAHUN KAHMI UNTUK KEDAULATAN BANGSA
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:32 WIB

HUT RI ke 81,” Warga RT 8 RW 7 sambut Dirga Hayu Republik Indonesia

Jumat, 25 September 2026 - 17:28 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW,” MT.BALWAN Kota Depok sambut hari besar Islam

Senin, 14 September 2026 - 15:19 WIB

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 15:04 WIB

SMSI Muratara kirim empat anggota untuk jadi Pengurus SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

MUSALLA AL IKHAS GELAR PERINGATAN MAULUD NABI BESAR MUHAMMAD SAW,1448 H /2026 TELADANI AKHLAK RASULULLAH

Berita Terbaru

Tenar News

Anggota SMSI Muratara Pimpinan Ketua SMSI Kota Lubuklinggau

Senin, 14 Sep 2026 - 15:19 WIB