Pemilik lahan di Mandalika yang Belum di Bayar Meminta Pj Gubernur NTB Menyelesaikan Sengketa

- Jurnalis

Minggu, 8 Oktober 2023 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AUDIENSI: Aliansi Masyarakat Pemilik Lahan di KEK Mandalika, gelar audiensi ke Kantor Gubernur NTB, meminta penyelesaian sengketa lahan mereka

Lombok , Tenarnews.com,- Sejumlah warga pemilik lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kembali mendatangi Kantor Gubernur NTB, Rabu (4/10). Maksud kedatangan warga lingkar Mandalika ini, meminta kepada Pemprov untuk mendesak pihak ITDC segera menyelesaikan pembayaran lahan pembangunan Sirkuit Mandalika.

Kedatangan warga lingkar Mandalika itu diterima langsung oleh Pj Gubernur NTB, HL Gita Ariadi. Hanya saja audiensi dengan Pemprov NTB itu nampaknya belum memberikan hasil yang memuaskan bagi warga Lingkar Mandalika.

Ini

Mereka berharap permasalahan lahan ini dapat diselesaikan sebelum event MotoGP Mandalika digelar, karena selama ini warga hanya diberi janji-janji saja oleh pihak ITDC. Adapun jika lahan mereka tidak segera dibayar, para warga lingkar Mandalika mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa saat event MotoGP 2023.

Salah satu warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan di tikungan 9 dan 10, Sibawaeh mengatakan aksi yang akan dilakukan ini sebagai bentuk protes apabila pembayaran lahan sengketa di KEK Mandalika tidak segera diselesaikan. “Jangan kita dianggap seperti anak kecil, seolah-olah diberi manisan sudah cengar-cengir,” ungkapnya, usai menggelar audiensi dengan Pj Gubernur

Baca Juga :  Melalui Prakarsa Habitus Concept Kolaborasi " Eko Priharseno Dan Union Elmes Bisa Terwujud" JAKKU Bisa Hadir Di Pasar Indonesia

Pemilik lahan di depan bukit 360 itu mengatakan, dia bersama warga lainnya masih bertahan sampai saat ini, lantaran diberikan janji oleh pihak ITDC akan dibayar lahan mereka. Namun setelah beberapa kali dilakukan verifikasi dan adu data oleh Satgas bentukan Pemprov, pada akhirya persoalan lahan ini tetap buntu dan tidak kunjung terselesaikan.

Ditegaskan, lahan yang dipakai untuk membangun lintasan sirkuit di tikungan 9 itu tidak dibayar sama sekali. “Sepeserpun tidak dibayar. Kalaupun ada janji, itu hanya untuk mengakui status lahan. Tapi sama sekali tidak ada dibayar,” kesalnya.

Dia juga mengaku memiliki semua dokumen kepemilikan lahan teresebut, dengan luas lahan miliknya yang digunakan untuk pembangunan KEK Mandalika sekitar 6 hektar. “Yang dibayar di dalam sirkuit 82,5 meter persegi di dalam HPL-nya itu. Tapi yang belum ini lahan kita masih disitu,” ujarnya.

Baca Juga :  Dampak adanya dua Pembangunan Perumahan Elite, tiga Desa jadi"korban banjir

Ditengah sengketa persoalan lahan ini, dia mengaku tetap menghormati gelaran event MotoGP 2023. Tapi jangan sampai pihak ITDC menggunakan event MotoGP sebagai alasan untuk menunda pembayaran lahan mereka. “Jangan kita yang tua-tua selalu menunggu janji,” ujarnya.

Diakui, baik ITDC maupun pemerintah mengharapkan supaya warga jangan sampai mengusik pelaksanaan event MotoGP 2023. Warga pun sebenarnya tidak berniat untuk mengganggu terlaksananya event tersebut. Tapi karena sudah lelah dijanji-janji dan dibodohi ITDC, masyarakat akhirnya mengambil langkah serius dengan akan menggelar aksi saat event MotoGP Mandalika 2023.

“Harapannya (dibayar) setelah MotoGP. Mumpung kita ini manusia yang punya kesabaran. Kita akan bersabar juga, walaupun dia beribu kali janji. Merekalah yang akan berdosa, kalau mengingkari janji,” ucapnya.

Sementara Kepala Bakesbangpoldargri NTB, H. Ruslan Abdul Gani yang ditemui usai menerima audiensi warga lingkar Mandalika, terkesan enggan memberikan komentar terkait permasalahan lahan tersebut. ( Red )

Berita Terkait

Wagub NTB Minta Aspirasi Fokus, Jalan dan Internet Jadi Prioritas
Wakil Walikota Depok hadiri pelantikan pengurus persatuan Gereja
KASTA NTB BERSAMA PERHIMPUNAN PEMUDA SASAK LOMBOK DATANGI BKD HEARING PUBLIK
Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik 6 Pejabat Baru di Istana
Semarak Halal Bihalal Himalo di Jakarta: Tradisi Peresean “Guncang” Ibu Kota, Bukti Kelestarian Budaya Sasak
Membangun Ekonomi NTB Melalui Industri Peternakan Sapi dan Inovasi Usaha
HIMPUNAN MASYARAKAT LOMBOK DIASPORA MENDUKUNG PENUH PEMERINTAHAN PRABOWO -GIBRAN
Mukerwil JSIT Banten 2026: Saatnya Sekolah Islam Terpadu Naik Kelas dan Berdampak Nyata”*
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:29 WIB

Wagub NTB Minta Aspirasi Fokus, Jalan dan Internet Jadi Prioritas

Rabu, 29 April 2026 - 10:26 WIB

Wakil Walikota Depok hadiri pelantikan pengurus persatuan Gereja

Rabu, 29 April 2026 - 07:00 WIB

KASTA NTB BERSAMA PERHIMPUNAN PEMUDA SASAK LOMBOK DATANGI BKD HEARING PUBLIK

Senin, 27 April 2026 - 16:59 WIB

Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik 6 Pejabat Baru di Istana

Minggu, 26 April 2026 - 19:11 WIB

Semarak Halal Bihalal Himalo di Jakarta: Tradisi Peresean “Guncang” Ibu Kota, Bukti Kelestarian Budaya Sasak

Berita Terbaru

Tenar News

Reshuffle Kabinet, Prabowo Resmi Lantik 6 Pejabat Baru di Istana

Senin, 27 Apr 2026 - 16:59 WIB