Tangsel-TenarNewsTv, /Media Siber Indonesia,-Bagi Agus tanggal 17 Agustus bukan hanya momen bersejarah untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), tapi juga hari yang sangat berarti di mana 54 tahun silam dirinya juga dilahirkan di jakarta tepat di tanggal tersebut. Kini, semangat kemerdekaan yang selalu melekat didirinya ia wujudkan melalui dunia pendidikan.
Meskipun jabatan bukan ambisinya, namun pria lulusan 1999 Manajemen Informatika dari Universitas Gunadarma ini kini mengemban amanah sebagai Kepala Sekolah di SMPN 24 Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Ketika di temui di tempat kerjanya, kepada TenarNewsTv Agus menceritakan perjalanan kariernya yang sepertinya ia memang terlahir untuk mengabdi mencerdaskan anak bangsa.
Minat Agus di dunia pendidikan sudah terlihat sejak SMA. Setelah lulus dari SMEAN 3 Jakarta pada 1992, setahun kemudian ia mendapat kesempatan menjadi asisten guru komputer di almamaternya. Keseriusannya berbuah manis. Tak lama, ia diangkat menjadi guru tetap dan mengabdi selama 4 tahun.
Demi meningkatkan kompetensi, pada akhir 1997 Agus melamar ke Yayasan Pembangunan Jaya. Setelah melewati empat kali seleksi, ia diterima sebagai guru SD pada pertengahan 1998.
“Di Pembangunan Jaya saya banyak belajar. Pembinaan kompetensi terus digenjot oleh yayasan”, kenang Agus. Karirnya terus menanjak hingga dipercaya menjadi tim leader bidang sarana dan prasarana. Namun tahun 2008, Agus harus mengundurkan diri setelah diterima sebagai CPNS daerah.
Pelabuhan pertama di sekolah negeri adalah SMPN 2 Pondok Aren, yang kini menjadi SMPN 12 Kota Tangsel. Di sinilah Agus membawa perubahan besar di bidang IT. Berkat inovasinya dalam membangun infrastruktur jaringan LAN dan internet, SMPN 12 ditunjuk sebagai sekolah binaan Balai Teknologi Informasi Komunikasi Provinsi Banten.
Tahun 2019, Agus pindah ke SMPN 2 Kota Tangsel. Enam bulan kemudian ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang Humas. Dedikasi itu mengantarnya pada amanah baru. Akhir 2023, ia ditunjuk sebagai Kepala Sekolah SMPN 24 Kota Tangsel hingga sekarang.
Bagi Agus, menjadi kepala sekolah adalah tugas, bukan ambisi. “Yang paling berharga adalah berusaha menjadi diri sendiri dan percaya 100% kepada Allah SWT,” ujarnya.
Sebagai pemimpin, ia memiliki misi jelas yaitu mencetak lulusan yang berkarakter, ber budi pekerti, dan siap bersaing masuk ke SMA/SMK negeri.
“Tantangan terbesar adalah menyamakan persepsi dan program sekolah dengan seluruh guru dan orang tua. Harus ada sinergi agar hasilnya maksimal untuk siswa,” jelasnya.
Untuk itu, Agus menciptakan suasana sekolah sebagai “rumah kedua”. Ia juga memberi teladan dengan datang lebih pagi dan pulang lebih sore.
Kebahagiaan terbesar Agus adalah melihat muridnya lulus dan sukses, namun tetap ingat gurunya. Ia juga bersyukur pernah mendapat kesempatan studi banding ke Korea Selatan selama seminggu pada 2011. Ilmu dari sana ia terapkan untuk kemajuan sekolah di Indonesia.
Di sela kesibukan, ayah tiga anak yang hobi traveling dan menonton ini selalu membagi waktu. Hari kerja fokus untuk dinas, sementara Sabtu dan Minggu ia dedikasikan untuk keluarga.
Terakhir di momentum HUT RI ke-81, suami dari Rinawati ini berpesan agar kita dapat memberikan yang terbaik buat kemajuan Indonesia. “Mari kita kedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan“, pungkasnya. (Ant)



