Fatwa MUI Bukan di Perdebatkan, Melainkan di Amalkan

- Jurnalis

Rabu, 12 Juni 2024 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta ,Tenarnews.com,-Sekretaris Komisi Dakwah MUI Dr. Candra Krisna Lubis menyayangkan
pandangan Amin Abdullah mewakili Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) karena lembaga ini dibentuk bukan untuk mempersoalkan Fatwa, akan tetapi BPIP dibentuk berdasarkan Perpres No. 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila pasal 3 mempunyai tugas antara lain menyusun standar pendidikan dan pelatihan serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi Negara, kementerian / Lembaga, Pemerintah Daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. Hal ini di sampaikan ketika menjawab pertanyaan wartawan terkait Fatwa Lintas Agama (12/6/24)

.Berdasarkan hal tersebut, kami sebagai bagian dari komponen masyarakat mempertanyakan hasil kajian BPIP yang telah menghabiskan APBN belum memperlihatkan kiinerja berdasarkan Perpres tersebut. Oleh sebab itu kami mengajak semua pihak untuk memahami dan mengamalkan hasil Ijtima’ Komisi Fatwa MUi, bukan untuk di perdebatkan. Berdasarkan Fatwa tersebut justru ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, bukan mengancam keberadaan Pancasila. Oleh sebab itu secara teologis menurut Candra justru berada pada prinsip menjalankan keyakinan masing- masing penganut
agama seperti disebut dalam Al-Qur’an bagimu agamamu dan bagiku agamaku (
lakum dinukum wa lia adin).
Kedua, secara sosiologis di serahkan kepada masing penganut agama, justru bukan memaksakan keyakinan agama lain dengan mencapur adukkan salam; ketiga, secara konstitutif pasal 29 menegaskan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Dari undangan undangan tersebut ada tiga hal yang menjadi hak dan kewajiban dalam berwarga negara, meliputi: kemerdekaan berkeyakinan dan menjalankan keyakinan agamanya masing-masing.Dengan demikian tidak ada campur baur salam lintas agama. Silahkan menggunakan salam sesuai dengan agamanya masing-masing tanpa harus merasa terusik dengan hadirnya fatwa MUI yang melarang salam lintas agama pungkasnya.( Red )

Baca Juga :  Sekda Terpilih Bukan Betawi Asli, Forkabi: Jadi Catatan Buruk Jokowi Hingga Heru Budi

Berita Terkait

Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
DPMPTSP sebut bangunan Indomaret sudah miliki IMB?
Kapolri Suyudi Jadi Khatib di Mabes Polri: Jabatan dan Pangkat Itu Amanah
Ibu Ida Lawan Megapolitan, Kuasa Hukum Yakini Klien Korban Mafia Tanah
Proyek Revitalisasi SLBN di Praya Barat Loteng Rp 3,3 Miliar Terindikasi Korupsi, Progres Baru 50 Persen
Pihak Rutan Depok Akui ada indikasi dugaan pelanggaran
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:30 WIB

INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:45 WIB

DPMPTSP sebut bangunan Indomaret sudah miliki IMB?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Kapolri Suyudi Jadi Khatib di Mabes Polri: Jabatan dan Pangkat Itu Amanah

Berita Terbaru

Tenar News

DPMPTSP sebut bangunan Indomaret sudah miliki IMB?

Selasa, 13 Okt 2026 - 13:45 WIB