Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Tenar News · 23 Apr 2024 04:35 WIB ·

Calon Gubernur NTB Termuda” Menjelajahi Dunia” Lalu Muhamad Iqbal, Juru Bicara Kemlu RI


 Calon Gubernur NTB Termuda” Menjelajahi Dunia” Lalu Muhamad Iqbal, Juru Bicara Kemlu RI Perbesar

Iqbal mantan Dubes RI untuk Turki

Jakarta, Tenarnews tv9, – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Lalu Muhammad Iqbal, kini mengemban tugas baru. Dia kini menjabat Staf Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Penguatan Infrastruktur Diplomasi dan merangkap sebagai juru bicara Kemlu.

Iqbal menggantikan Teuku Faizasyah yang kini ditugaskan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia dan Islandia.

Berikut selengkapnya profil Lalu Muhamad Iqbal!

1. Biografi singkat Iqbal

Iqbal lahir di Praya, Lombok Tengah pada 10 Juli 1972. Dia pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam di Pabelan, Jawa Tengah.

Setelah itu, dia melanjutkan studinya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, jurusan Hubungan Internasional, dan Universitas Gadjah Mada, Jurusan Sejarah, untuk studi sarjananya. Kemudian, Iqbal menuntaskan studi master untuk jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Dia kemudian menamatkan studi doktoralnya di bidang politik Universitas Bucharest pada 2005.

Iqbal dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi semasa kuliah. Dia aktif di Korps Mahasiswa HI (KOMAHI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senat Mahasiswa, hingga lembaga pers kampus. Dia juga aktif di kelompok studi Lingkaran, yaitu komunitas untuk bertukar pikiran dan gagasan di kalangan mahasiswa Yogyakarta pada 1990-an.

2. Perjalanan karier Iqbal

Sebagai diplomat karier, perjalanan Iqbal bersama Kementerian Luar Negeri telah melanglang buana. Ia mulai bertugas di Pejambon sejak 1998. Di antara tugas yang pernah ia emban adalah:

3. Pengganti Iqbal di Turki

Selama bertugas sebagai Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Iqbal telah terlibat dalam berbagai proses evakuasi, mulai dari evakuasi WNI dari Nepal dan Yaman (2015), dari Suriah dan pembebasan WNI yang disandera di Filipina (2016-2018), dan pemulangan TKI dari Arab Saudi dan Malaysia.

Menurut Iqbal, Indonesia tegas tidak mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel dikarenakan situasi kekejaman Gaza

Posisi Indonesia tidak berubah dan tetap kokoh mendukung kemerdekaan Palestina dalam kerangka two state solution.

“Saya tegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Indonesia akan selalu konsisten, berada di garis terdepan membela hak-hak Bangsa Palestina,” kata Iqbal

Iqbal menerangkan, proses keanggotaan Indonesia dalam OECD akan memakan waktu cukup panjang.

Adapun roadmap keanggotaan, rencananya baru diadopsi pada bulan Mei mendatang, dimana dalam roadmap itu banyak sekali hal yang harus dipersiapkan Indonesia.

“Waktu yang diperlukan setiap negara untuk menyelesaikan proses keanggotaan penuh di OECD berbeda-beda. Semua tergantung kesiapan negara tersebut. Beberapa negara memerlukan waktu 3 tahun, beberapa lagi memerlukan lebih dari 5 tahun,” terang dia.

OECD merupakan lembaga pemikir terbesar di dunia yang merekomendasikan kebijakan ekonomi bagi anggotanya.

Organisasi ini juga memiliki pengaruh besar terhadap pembuatan peraturan internasional, seperti perpajakan.

Media tersebut memberitakan bahwa, Sekjen OECD Matthias Korman kepada Menteri Luar Negeri Israel Katz, menyetujui masuknya RI

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Dewan (OECD) telah secara resmi menyetujui syarat yang jelas bahwa Indonesia harus menjaga hubungan diplomatik dengan seluruh anggota organisasi untuk bisa diterima OECD.

Terlebih lagi, setiap keputusan di masa depan untuk menerima Indonesia sebagai anggota organisasi memerlukan kesepakatan bulat di antara semua anggota, termasuk Israel,” (01,Red )

Artikel ini telah dibaca 76 kali

Baca Lainnya

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Perpisahan dan kenaikan kelas Siswa SMPN 3 Serang berjalan lancar

14 Juni 2024 - 00:55 WIB

Fatwa MUI Bukan di Perdebatkan, Melainkan di Amalkan

12 Juni 2024 - 15:28 WIB

Sistem Kelas Dihapus, Ini Iuran BPJS Kesehatan Senin, 10 Juni 2024

12 Juni 2024 - 02:34 WIB

Trending di Tenar News