Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Tenar News · 19 Apr 2024 13:01 WIB ·

KORUPSI TAMBANG TIMAH DI BANGKA BELITUNG


 KORUPSI TAMBANG TIMAH DI BANGKA BELITUNG Perbesar

Presiden Firum Kebangsaan

Jakarta, Tenarnews tv9, – Terhadap korupsi tambang timah di Bangka Belitung yang merugikan negara 271 T ditengah kondisi perekonomian bangsa yang terpuruk. Rakyat berebut sembako akibat kekurangan bahan pangan. Dalam kondisi keprihatinan yang mendalam dengan  kurang pangan, bencana alam ; longsor, banjir, gempa bumi. Warga mengungsi di tenda-tenda darurat. Terjadi kabar yang sangat menyentak hati rakyat, kasus korupsi uang negara. Rakyat semakin geram, beragam usulan mengemuka; tembak mati, di bung ke laut sebagai umpan ikan atas mereka penghianat merah putih yang telah membuat bangsa rakyat menderita. Agar para pelaku korupsi memiliki efek jera di kemudian hari dan tidak berulang terus menerus.

Negri Pancasila ini tidak boleh kalah dengan para penjahat negara, yang telah merampok, merobek robek jahitan merah putih. Hukum harus tegak lurus agar semua yang terlibat dalam gerakan maling berjamaah ini harus dibasmi habis sampai ke akar-akarnya. Tindakan koruptor ini sudah dapat dikatagorikan tindakan teroris yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa bernegara yang damai berdasarkan Pancasila.

Dari setiap masa ke masa pergantian presiden ke presiden  masalah korupsi di negri ini tidak pernah habis. hampir mirip dengan jalur Gaza yang selalu bergejolak dari masa ke masa.  Tindakan korupsi di negri Pancasila ini sudah terlalu akut. Ini sangat menodai Pancasila sebagai falsafah negara berketuhanan. Ajaran Pancasila sebagai landasan akhlaq bernegara sudah dikotori oleh segelintir manusia teroris yang wajib dibasmi habis dari bumi Pancasila. 

Menegakkan aturan hukum dan ajaran Pancasila untuk senantiasa menjaga kehidupan di bumi Nusantara merah putih,  taat azaz patuh dengan aturan penegakan hukum terhadap pelaku teroris koruptor harus segera dilakukan di depan warga bangsa. Hanya dengan tegas menindak teroris koruptor ini merah putih akan tegak berdiri sebagai negara berdaulat. Jika tidak dapat menghabiskan pelaku korupsi maka boleh jadi negara ini akan bangkrut. Tidak mampu bayar hutang, apalagi mensejahterakan warganya sendiri sebagimana tujuan bangsa ini merdeka. 

Kekuatan Negri  merah putih sangatlah banyak.  Dengan anugrah alam hasil bumi dan laut yang tidak pernah bisa habis jika digunakan dengan baik dan benar.  Mengelola semua hasil alam baik pertanian, pertambangan dan hasil laut perikanan dengan benar. Rakyat Indonesia dari sejak  dulu semestinya sudah dapat merasakan makna kemerdekaan dengan pemerataan hasil pembangunan dan pendapatan UMR yang setara dengan negara maju. 

Akibat belum mampu menghabisi teroris korupsi negara besar merah putih ini, terus terperosok menjadi negara miskin di tengah kekayaan alam, laut dan hutan yang melimpah. Apa yang menjadi pesan Bung Karno, aku tidak pernah takut dengan penjajah dari bangsa manapun yang aku takutkan adalah penjajah dari bangsamu sendiri.  Inilah yang terjadi di negri merah putih, para aktor tokoh koruptor sering belum dapat ditumpas habis.  Politik sejatinya hadir membela kepentingan merah putih, di negri ini cendrung lebih membela kelompok dan dan partainya daripada membela kemaslahatan orang banyak negara bangsa.

Banyak pemimpin di republik ini sudah tersandera, sehingga orang baik bersih akan sulit diterima dikalangan mereka. Politik hanya sarana untuk saling menjaga kepentingan mereka untuk terus menyuburkan pelaku teroris koruptor. Bangsa ini butuh pemimpin kuat yang dapat ambil alih dan menghukum mereka para petinggi yang korup yang tidak sesuai dengan jabatan yang melekat sebagai figur. Semua bersembunyi dibalik jubah organisasi dan politik.  Hanya dengan menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Bangsa besar dan cita cita leluhur memerdekakan bangsa ini tercapai.

Bangsa yang pejabatnya sering didera kasus korupsi suka  menipu warga sendiri, memperkaya diri dan kelompoknya sehingga jabatan dan kekuasaan direbut dengan segala cara untuk dapat mengelabui bangsa sendiri. Padahal fungsi utama jabatan adalah pengabdian untuk menjadi pelayan rakyat menghadirkan kesejahteraan warga bangsa.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Perpisahan dan kenaikan kelas Siswa SMPN 3 Serang berjalan lancar

14 Juni 2024 - 00:55 WIB

Fatwa MUI Bukan di Perdebatkan, Melainkan di Amalkan

12 Juni 2024 - 15:28 WIB

Sistem Kelas Dihapus, Ini Iuran BPJS Kesehatan Senin, 10 Juni 2024

12 Juni 2024 - 02:34 WIB

Trending di Tenar News