Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Tenar News · 3 Mar 2024 15:30 WIB ·

SUKSES dan SERU MUNASLUB HPK di KARANGANYAR – SOLO


 SUKSES dan SERU MUNASLUB HPK di KARANGANYAR – SOLO Perbesar

Jateng,Tenarnews tv9,-Hasil Munaslub HPK (Himpunan Penghayat Kepercayaan) yang utama, adalah memberhentikan Hadi Prajoko sebagai Ketua Umum dan juga atas kesepakatan bersama mengukuhkan Tony Hatmoko sebagai pengganti Hadi Prajoko. Munaslub ini diadakan di Hall Hotel n Resort Jawa Dwipa Karangpandan, Karanganyar pada Sabtu, malam (2/3/2024) Ketua Umum Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) yang sebelumnya, Hadi Prajoko, dalam kepemimpinannya sudah melenceng dari tujuan organisasi.
Sehingga dapat disimpulkan, Munaslub terselenggara karena adanya ketidakpercayaan dari lima DPD dan juga sebagian besar pengurus pusat, DPP HPK.

Yang kemudian, Lima dari enam DPD HPK Indonesia tersebut, menggelar Musyarawah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jawa Dwipa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (2/3/2024) malam. Munaslub menghasilkan keputusan resmi memberhentikan Hadi Prajoko sebagai ketua umum HPK.

Selain mencopot Hadi Prajoko, Munaslub juga menetapkan Tony Hatmoko, yang sebelumnya menjabat Ketua Harian DPP HPK sebagai Ketua Umum. Dan juga sekaligus menetapkan beberapa anggota sebagai pengurus pusat, DPP HPK hasil Munaslub.

0

Ratu Dewi Kanti, Wakil Ketua DPP HPK, mengatakan, Munaslub dihadiri 40 orang dari unsur perwakilan Ketua DPD HPK, masyarakat adat dan paguyuban. Dari enam DPD HPK, lima di antaranya menghadiri Munaslub, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. Sedangkan DPD HPK Bali, belum bisa hadir.

Dia mengatakan Munaslub digelar untuk merefleksikan kinerja dan program kerja, selepas Musyarawah Nasional (Munas) ke-IX HPK yang digelar di gedung DPRD Karanganyar pada Jumat-Minggu (23-26/6/2023) yang lalu. Munas saat itu dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dengan hasil mengukuhkan Hadi Prajoko sebagai Ketua Umum HPK.

Namun belum genap setahun Munas berlalu, dia mengatakan banyak gejolak yang muncul di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hadi Prajoko.

“HPK ini organisasi himpunan yang tidak lepas dari partisipasi semua anggota dalam mengambil keputusan. Namun yang terjadi Ketua Umum versi Munas itu menciptakan situasi tidak kondusif sehingga muncul mosi tidak percaya,” kata dia saat dijumpai di Jawa Dwipa Heritage Resort and Convention Karangpandan, Karanganyar pada Minggu (3/2/2024).

Sekretaris Umum HPK, Tatang Cahyono menilai, arogansi Hadi Prajoko dalam manajemen kepemimpinan memicu permasalahan. Puncaknya, Hadi Prajoko memecat dan mengganti struktural kepengurusan tanpa prosedur melalui Munas maupun Munaslub.

Hadi Prajoko juga melakukan perubahan Administrasi Hukum Umum (AHU) SK. Kemenkumham hasil Munas 2023 menjadi AHU 2024. Perubahan ini tanpa sepengetahuan pengurus yang semestinya dilakukan melalui Munas atau Munaslub.

“Atas tindakan itu, digelar Munaslub yang hasilnya memberhentikan Hadi Prajoko. Kemudian menetapkan Tony Hatmoko sebagai Ketua Umum HPK,” katanya.

Dia mengatakan setelah Munaslub agenda selanjutnya segera mengurus AHU ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk disahkan secara hukum.

Ketua Umum terpilih versi Munaslub, Tony Hatmoko mengatakan, ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang segera diselesaikannya. Di antaranya memperbaiki tata kelola organisasi, melakukan konsolidasi internal dan eksternal, memfasilitasi masayarakat adat dan penganut kepercayaan di luar Jawa untuk masuk dalam organisasi HPK. Karena masih banyak para paguyuban, organisasi kepercayaan, penghayat perorangan dan masyarakat adat yang mengukuhi ajaran leluhur yang belum mendapatkan perlakuan dan pelayanan administrasi yang layak sebagai warga negara Indonesia dalam pemenuhan hak hak sipil keyakinan nya masing masing.

Tony juga mengatakan, ada sekian organisasi penghayat dan masyarakat adat di Indonesia. Hal ini membuktikan, kita harus makin memperteguh eksistensi budaya budaya luhur, serta tradisi yang menjadi bagian dari budaya turun temurun (Leluhur) di Indonesia.

(-Bachtyar SW, Maret 2024-)

Artikel ini telah dibaca 262 kali

Baca Lainnya

Kabupaten Lombok Tengah Akan di Mekarkan “Kab .Mandalika “

19 Juni 2024 - 11:37 WIB

-Baznas Kota Depok Laksanakan kurban di Kel.Curug Bojongsari

18 Juni 2024 - 12:21 WIB

KHUTBAH IDUL ADHA 1445 H/ 2024 M

16 Juni 2024 - 14:47 WIB

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Trending di Tenar News