Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Tenar News · 17 Feb 2024 14:34 WIB ·

Babak Baru Pilpres 2024, Indikasi Kecurangan Mencuat


 Babak Baru Pilpres 2024, Indikasi Kecurangan Mencuat Perbesar

Simulasi Pemilu 2024

Warga memasukkan ujung jarinya ke dalam tinta usai melakukan pencoblosan surat suata saat pemungutan suara Pemilu 2024.

Jakarta , Tenarnews tv9,-Pemilihan presiden 2024 usai. Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang telak versi hitung cepat alias quick count.

Setelah pencoblosan selesai, dugaan kecurangan mencuat. Babak baru pun dimulai. Kubu pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud Md menggugat

Salah satu yang disoal yaitu Sistem Informasi Rekapitulasi alias Sirekap. Website perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang bertujuan menciptakan proses pemilu 2024 yang profesional, akurat dan transparan, dinilai jadi salah satu pintu masuk kecurangan.

Banyak masyarakat mengeluhkan saat menemukan data jumlah suara hasil penghitungan berbeda jauh dengan data yang masuk ke dalam Sirekap. Angkanya tidak sinkron, bahkan tak jarang lebih besar dari total pemilih di sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Belum lagi banyak netizen membagikan video dugaan kecurangan yang terjadi karena kesalahan sistem rekapitulasi suara yang direkam oleh Sirekap.

Ramai mendapat aduan dan laporan, Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Hasyim Asy’ari angkat suara. Dia mengakui ada kesalahan konversi dalam membaca data Formulir Model C1-Plano atau catatan hasil penghitungan suara pemilu 2024 pada Sirekap. Ketua KPU pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat.

“Kami ini di KPU masih manusia-manusia biasa yang sangat mungkin salah, tapi kami pastikan kalau salah-salah akan kami koreksi,” ujar Hasyim Asy’ari saat jumpa pers di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

“Yang paling penting, KPU ini enggak boleh bohong dan harus ngomong jujur,” Hasyim menambahkan.

Hasyim mengaku KPU merasa terbantu dengan adanya Sirekap. Sebab banyak mata mengoreksi data yang ada dalam Sirekap, sehingga pemilu berjalan dengan transparan.

Namun bila ada data yang keliru saat proses sinkronisasi, kata Hasyim, maka KPU membuka diri untuk mengoreksi melalui rekapitulasi di tingkat kecamatan.

“Jadi kalau ada yang salah tulis akan dikoreksi dan hasil rekap di kecamatan juga akan diunggah di dalam Sirekap. Siapa pun bisa cek ulang apakah form yang salah hitung tadi sudah dikoreksi atau belum,” kata Hasyim.

Hasyim berharap masyarakat percaya bahwa hasil keliru yang muncul pada Sirekap bukanlah kesengajaan dan semata-mata perlunya perbaikan agar hasil sinkronisasi antara Formulir C1-Plano ke dalam sistem Sirekap dengan cara memfoto bisa lebih akurat ke depannya.

“Tidak ada niat manipulasi dan mengubah hasil suara, karena form itu (C1-Plano) diunggah apa adanya,” ucap Hasyim.

Klaim Bisa Buktikan Kecurangan Pilpres 2024

Dewan Pakar Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Bambang Widjojanto, dalam konferensi pers soal Website KPU (Sirekap): Sebuah Perjalanan Kawal Suara dan Telusur Etika, di Rumah Koalisi Perubahan.

Dewan Pakar Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Bambang Widjojanto, dalam konferensi pers soal Website KPU (Sirekap): Sebuah Perjalanan Kawal Suara dan Telusur Etika, di Rumah Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya X, Nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,

Kubu pasangan 01 dan 03 yang kalah dalam hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei kompak berusaha membuka tabir.

Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mulai mengumpulkan bukti-bukti kecurangan pemilu, termasuk sistem dan cara kerja Sirekap KPU.

Timnas AMIN mengeklaim telah menemukan logaritma sistem yang sudah diatur pada website perhitungan suara Sirekap KPU.

Dewan Pakar Timnas AMIN, Bambang Widjojanto, menyatakan kesimpulan itu diambil berdasarkan analisis tim teknologi informasi forensik Timnas AMIN. Analisis itu dilakukan melalui beberapa model dan metode forensik.

Bambang menjelaskan berdasarkan analisis kajian forensik terhadap server KPU, Timnas AMIN menduga ada logaritma sistem yang sudah di-setting untuk pemenangan paslon tertentu.

“Jadi kalau ada revisi di 1 TPS, dia akan mengubah TPS yang lain. Ini bukan sekadar angka yang dicatat, tapi sistem itu yang membangun setting-nya,” kata Bambang saat konferensi pers soal Website KPU (Sirekap): Sebuah Perjalanan Kawal Suara dan Telusur Etika, di Rumah Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya X, Nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2024).

Bambang mengungkapkan, tim IT forensik AMIN menemukan adanya logaritma sistem yang di-setting untuk salah satu pasangan calon tertentu di pilpres 2024.

“Jadi ada yang sudah di-setting, logaritma sistem di-setting untuk pemenangan paslon tertentu yang secara otomatisasi di atas 50 persen. Indikasi kuat ke arah itu dikonfirmasi dengan ditemukannya kecurangan-kecurangan yang terjadi di wilayah-wilayah tertentu,” jelas Bambang.

“Hari ini, dengan tim IT forensik kami, kita bisa membuktikan bahwa rekayasa sistem itu terjadi,” Bambang menegaskan.

Timnas AMIN Ungkap ‘Keanehan’ Sirekap KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia memperkenalkan Sistem Informasi Rekapitulasi atau yang dikenal sebagai Sirekap. (www.sirekap-web.kpu.go.id)

Sementara itu, Deputi Hubungan Antarlembaga Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Putra Jaya Husain, mengungkapkan adanya kelemahan dalam sistem Sirekap KPU.

Putra membeberkan bukti berkurangnya perhitungan suara AMIN yang didapati dari situs pemilu2024.kpu.go.id milik KPU RI. Mereka mengambil tangkapan layar dengan jarak waktu, namun bukannya bertambah, suara Anies-Muhaimin justru raib.

“15 Februari jam 19.00.23 WIB, kemudian kita refresh dapat lagi jam 19.30.24 WIB. Jadi ada dua screenshot yang selisih waktunya 3 menit 1 detik,” kata Anies di Rumah Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya X, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2024).

“Ada semacam anomali, keanehan ya. Di mana, biasanya tabulasi itu adalah penambahan suara, karena tabulasi itu adalah data dari TPS, data dari seluruh Indonesia dimasukkan melalui tabulasi,” sambung Putra.

Putra menjelaskan cara kerja sistem KPU yang dia sebut menggunakan optical character recognize (OCR). Di mana sistem tersebut membaca gambar dan mengolahnya menjadi angka.

Namun, dia menyayangkan proses digitalisasi dari analog ke digital itu bukan menunjukkan penambahan suara, tapi pengurangan atau suara yang dihapus.

“Artinya ada proses penghapusan, kita sedang forensik TPS mana yang dihapus,” kata dia.

Selanjutnya, kata Putra, pada 15 Februari 2024 pukul 19.00.23 WIB data suara AMIN di situs KPU itu adalah 13.243.659 suara, atau 31,97 persen. Namun, pada pukul 19.30.24 WIB, suara AMIN turun menjadi 9.823.013 suara atau 25,59 persen.

“Itu pukul 19.00.23 WIB. Kan harusnya semua naik, atau minimal kalau memang 0 tambahannya tetap. Tapi yang terjadi jam 19.30.24 WIB, justru suara Anies menjadi 9.823.013 suara atau 25,59 persen,” jelas dia.

Putra menyebut, berdasarkan pantauan itu, tercatat bahwa selama kurun waktu 30 menit 01 detik, perolehan suara AMIN menurun sebesar 3.411.645 suara.

“Artinya ada yang dihapus, ada yang di-delete di situ,” ujar Putra.( Red )

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Kabupaten Lombok Tengah Akan di Mekarkan “Kab .Mandalika “

19 Juni 2024 - 11:37 WIB

-Baznas Kota Depok Laksanakan kurban di Kel.Curug Bojongsari

18 Juni 2024 - 12:21 WIB

KHUTBAH IDUL ADHA 1445 H/ 2024 M

16 Juni 2024 - 14:47 WIB

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Trending di Tenar News