PEMILU JURDIL TANPA KECURANGAN

- Jurnalis

Selasa, 13 Februari 2024 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesta demokrasi rakyat Indonesia dalam bentuk pemilu dan pilpres hanya tinggal 2 hari lagi, tepatnya hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024.
  Kita sangat berharap bahwa dalam perhelatan kontestasi nanti berjalan secara jujur, adil dan tanpa kecurangan.

Hal ini dimaksudkan supaya pemilu akan menghasilkan produk demokrasi yang berkualitas karena pelaksanaan pesta demokrasi yang jujur dan adil adalah representasi dari kehendak rakyat bukan kehendak orang yang sedang berkuasa.
Karakter jujur dan adil tanpa kecurangan adalah sesuatu yang memiliki 2 dimensi, yakni :

  1. Al-wajibah As-Syar’iyah
  2. Al-hajjah Al-Basyariyah. Untuk lebih jelas mari kita rinci kedua dimensi tersebut.
  3. Al-wajibah As-Syar’iyah
    (Kewajiban syariah)
    Allah SWT mewajibkan orang-orang beriman untuk bersikap jujur dan adil. Hal ini banyak sekali ditemukan dalam nash baik Al-Qur’an dan As-sunnah.
    Perintah untuk berbuat jujur dan adil adakalanya menggunakan bentuk perintah dan adakalanya dengan janji dan ancaman.
    Orang yang jujur dan adil balasannya adalah surga sedangkan orang yang curang akan mendapatkan balasan berupa adzab yang pedih.
    Tentu kita semua ingin mendapat surga dan Ridha Allah serta terhindar dari neraka dan murka Nya. Maka siapapun kita baik sebagai pihak yang berkuasa maupun rakyat harus berperan aktif dalam mewujudkan pemilu yang jurdil tanpa kecurangan.
  4. Al-hajjah Al-Basyariyah.
    (Kebutuhan mendasar bagi Manusia)
    Sifat dan perilaku jujur dan adil adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh umat manusia baik dalam konteks hubungan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
    Kehidupan tanpa kejujuran dan keadilan agan menimbulkan kekacauan, ketimpangan, dan penderitaan.
    Tanpa kejujuran dan keadilan orang-orang lemah akan tertindas sementara orang kuat akan bertindak otoriter dan menindas orang lemah.
Baca Juga :  KEMAH SAKA WIRA KARTIKA KODIM 1016 ANGKATAN X 2022

BILA TERJADI KECURANGAN
Bila ternyata terjadi adanya kecurangan maka yang harus kita lakukan.
Berkembang dalam masyarakat ternyata ada 2 jalan keluar, yakni :

  1. Melalui jalur resmi
  2. Melalui jalur tidak resmi.
    Uraian dari kedua jalur ini adalah :
  3. Melalui jalur resmi.
    Yakni dilaporkan ke Bawaslu dan ujungnya adalah MK. Namun saat ini masyarakat sudah tidak lagi percaya lewat jalur resmi tidak mungkin keadilan kejujuran akan diterapkan.
    Masyarakat merasa pesimis lewat jalur ini.
  4. Jalur tidak resmi.
    Yakni rakyat harus turun tangan langsung memberikan protes di TPS-TPS manakala dijumpai adanya kecurangan dari stakeholder pemilu.
    Rakyat langsung meng-eksekusi atas segala kecurangan yang terjadi di lapangan. Tentu saja kedua opsi tersebut ada resikonya masing-masing.
    Jika mengikuti pilihan pertama akan beresiko pada tetapnya status quo dan jika mengambil pilihan kedua maka keinginan masyarakat untuk terwujudnya era perubahan bisa menjadi kenyataan ( Red *SK,1)
Baca Juga :  Camat Ciledug Apresiasi Gerak Jalan Santai di Kelurahan Sudimara Timur

Berita Terkait

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 
HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas
Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan
Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia
Din Syamsuddin Jajaki Kerja Sama Cina dengan Masyarakat Muslim Indonesia dalam Berbagai Bidang Peradaban
INNALILLAHI, TUAN GURU BAGU WAFAT DI USIA 90 TAHUN, NTB KEHILANGAN ULAMA KHARISMATIK
Kh Husnul Maad Kholil, Ketua Nazir Ponpes Salafus Sholihin, Tunjukkan Dokumen Sah Tanah wakaf 2000M2 Sudah jadi Tol
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Diikuti 5.000 Pegiat Olahraga, Forprov II Banten 2026 Gabungkan Misi Gaya Hidup Sehat dan Pertumbuhan ekonomi 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:46 WIB

HIPPI DPC Kota Depok Resmi dilantik, Wakil Walikota Depok Chandra Rachmansyah dorong UMKM naik kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Sertijab MPK OSIM MAN 1 Bogor, Kepala Madrasah Apresiasi Pengurus Lama dan Motivasi Pengurus Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia Kolom Opini — Refleksi Kebangsaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Tim SMA Dea Malela Raih Medali Perunggu pada Ajang ISIF & NSIF 2026 di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terbaru