Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Mimbar Agama · 19 Sep 2022 01:04 WIB ·

Mantan Ketua Yayasan Ungkap Dugaan Perlakuan Cabul Sang Pengasuh Ponpes di Depok


 Mantan Ketua Yayasan Ungkap Dugaan Perlakuan Cabul Sang Pengasuh Ponpes di Depok Perbesar

Depok, Tenar news. Dugaan perbuatan asusila yang terjadi di pendidikan pondok pesantren (Ponpes) Sains Al-Quran Al-Abror yang terletak di Kecamatan Cilodong, Kota Depok semakin terungkap.

Baru-baru ini, mencuat adanya laporan pengaduan dari sejumlah santri yang menjadi korban pelecehan seksual oleh pengasuh pondok pesantren berinisial KBS.

Menyikapi hal itu, mantan pengurus yayasan ponpes, H Setiyo Sudiyono menyayangkan adanya permasalahan tersebut.

“Pesantren yang nota bene sebagai lembaga yang memuliakan agama Islam, memuliakan Al-Quran dan memuliakan nasehat-nasehat berisi ceramah dan kajian-kajian islami tercoreng dengan adanya tindakan asusila yang mengarah pada LGBT.” Jelas Setiyo.

“Kami sangat prihatin timbulnya permasalahan ini, ini merupakan aib penyakit di masyarakat, ” Lanjutnya.

Masih Setyo mengatakan, isu-isu tersebut telah berkembang, karena belakangan ini terkuak fakta dari berbagai pihak, termasuk korban.

Dengan adanya beberapa barang bukti fakta yang telah di kumpulkan, pihaknya telah mengupayakan beberapa langkah untuk pelaku maupun korban, dengan mengajak pelaku untuk berobat.

” Yang pelaku lakukan merupakan penyakit kelainan jiwa dan butuh pengobatan, untuk itu kami mengajak pelaku agar mau berobat ke dokter spesialis yang menangani kelainan tersebut, supaya sembuh, ” ucap Setiyo

Sedangkan korban saat ini pun sedang dalam tahap pengobatan. Karena mengalami trauma psikis yang sangat berat.

“Bahkan jika korban mendengar nama pelaku dirinya langsung ketakutan, menangis, tidak bisa bicara, ” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya mengajak kepada orang tua santri untuk mengawasi dan memantau anak-anaknya selama berpendidikan di pesantren, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena semuanya tidak bisa diserahkan kepada pihak pesantren, untuk itu kami mengajak kepada orang tua santri agar selalu memantau dan mengawasi serta berkomunikasi yang baik dengan anak, ” ujar Setyo.

Dan jika terjadi pelecehan atau penyimpangan, sambung nya, jangan takut untuk melapor, demi kenyamanan belajar dan mengajar, tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Cilodong, Zaenal Arifin saat di hubungi melalui aplikasi whatsapp mengatakan, terkait permasalahan Ponpes Al-Abror, dirinya sudah berkoordinasi dengan Camat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Depok.

“Camat sudah saya beri informasi dan kemarin juga sudah koordinasi dengan DP3AP2KB, ” ucapnya singkat.

(Em/Moer)

Artikel ini telah dibaca 143 kali

Baca Lainnya

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Perpisahan dan kenaikan kelas Siswa SMPN 3 Serang berjalan lancar

14 Juni 2024 - 00:55 WIB

Fatwa MUI Bukan di Perdebatkan, Melainkan di Amalkan

12 Juni 2024 - 15:28 WIB

Sistem Kelas Dihapus, Ini Iuran BPJS Kesehatan Senin, 10 Juni 2024

12 Juni 2024 - 02:34 WIB

Trending di Tenar News