Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Hukum · 14 Jun 2022 05:17 WIB ·

Kapolri Tindak Tegas Oknum Polisi Melanggar Aturan Ketua Warung Nusantara 88 H.Hendro Malvinas memberikan Apresiasi Besar dan Setinggi-Tinggi Nya Kepada Kapolri.


 Kapolri Tindak Tegas Oknum Polisi Melanggar Aturan Ketua Warung Nusantara 88 H.Hendro Malvinas memberikan Apresiasi Besar dan Setinggi-Tinggi Nya Kepada Kapolri. Perbesar

Jakarta, Tenarnews tv9.Komitmen Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas oknum polisi yang melakukan pelanggaran, menuai apresiasi sejumlah kalangan. Ketua WN 88 Sub Unit 01 DKI Jakarta H.Hendro Malvinas menyebut Jenderal Sigit merupakah berkah untuk masyarakat Indonesia.

“instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugas, banyak mendapatkan apresiasi dari banyak kalangan,” Bang Haji Hendro Malvinas, (14/6/2022).

Menurut H.Hendro Malvinas, tiap Kapolri selalu diikuti dengan tindakan yang nyata. Misalnya, seperti perintah ancaman pemecatan bagi anggota polisi yang dapat mencoreng nama baik institusi Polri.

Kapolri Minta Maaf apabila Kinerja dan Perilaku Anggota Belum Optimal

“Baru-baru ini Kapolri juga menekankan kepada seluruh kapolda dan kapolres agar tidak ragu memberi sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat kepada personel yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan,” katanya.

WN 88 sub unit 01 DKI Jakarta menilai ada beberapa catatan yang mengharuskan publik untuk memberikan apresiasi kepemimpinan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo,sangat mengapresiasi Kapolri yang merekrut lulusan pesantren untuk menjadi polisi. Langkah ini dinilai dapat berdampak pada pandangan publik lembaga pendidikan pesantren juga sama dengan lembaga lain di Indonesia.

“Apalagi dari data yang kami dapatkan sebagian besar mereka yang direkrut adalah penghafal Alquran, ini sangat luar biasa, kami berharap agar ke depan semakin banyak yang di rekrut,” ungkap Romadhon.

Romadhon mengatakan Kapolri dalam beberapa kesempatan memberikan pernyataan tegas kepada jajarannya agar tidak antikritik dan menerima masukan publik. Hal itu, menurutnya, membuat kepolisian di era Sigit kembali mendapat kepercayaan di hati masyarakat Indonesia..

“Sudah berkali-kali kami melihat pernyataan dan kebijakan Kapolri selalu mendinginkan suasana. Hal ini dapat merubah wajah negara dan aparatur yang galak jadi semakin ramah di tangan beliau. Kami akan selalu dukung dan memberikan apresiasi untuk perbaikan-perbaikan institusi kepolisian,” ucapnya.

WN 88 sub unit 01 DKI Jakarta mendorong agar Kapolri terus berkomitmen dalam mengubah institusi kepolisian menjadi lembaga yang dipercaya publik. Dikatakan, bagian siber harus terus melakukan pantauan semua perkembangan jajaran Polri melalui media arus utama maupun media sosial, termasuk lembaga survei independen. Hal ini sebagai refleksi agar Polri dapat menjadi lebih baik.

“Evaluasi terus menerus kinerja aparat Polri adalah jalan alternatif agar aparat kepolisian di lapangan dapat benar-benar menjadi pengayom bagi masyarakat. Hal ini agar dapat menghapus stigma yang dulunya marak muncul seperti ‘percuma lapor polisi’, tidak perlu lagi ada di kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit,” katanya.

WN 88 sub unit 01 DKI Jakarta juga menaruh hormat dan mengapresiasi Jenderal Sigit yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf di depan publik. Hal ini sangat jarang dilakukan pejabat publik, apalagi dilakukan di depan umum.

“Kapolri itu beda dengan pemimpin lainnya. Lebih ikhlas mau minta maaf demi kebaikan bersama. Banyak masalah yang dilakukan pasukannya, dan beliau rela mengatasnamakan mereka semua untuk memohon maaf, seperti pandangan ulama, ‘pemimpin itu sengsara dan mau mendengar’,” ujarnya.( HM ,Red)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Cagub Miq Iqbal Deklarasi Bulan Depan

15 Juni 2024 - 11:55 WIB

MCMI, Ricma Dan Yayasan Masjid Cutmeutia Kolaborasi Wujudkan Dialog Kebangsaan

14 Juni 2024 - 15:36 WIB

Sejarah dan Hikmah Berkurban Idul Adha

14 Juni 2024 - 08:21 WIB

Perpisahan dan kenaikan kelas Siswa SMPN 3 Serang berjalan lancar

14 Juni 2024 - 00:55 WIB

Fatwa MUI Bukan di Perdebatkan, Melainkan di Amalkan

12 Juni 2024 - 15:28 WIB

Sistem Kelas Dihapus, Ini Iuran BPJS Kesehatan Senin, 10 Juni 2024

12 Juni 2024 - 02:34 WIB

Trending di Tenar News