Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Ekonomi · 23 Mar 2022 11:46 WIB ·

Septriana Tangkary kita Promosi Aktif Tempat Pariwisata Sosial


 Septriana Tangkary kita Promosi Aktif Tempat Pariwisata Sosial Perbesar

Tenarnewstv9.com- Jakarta- Dengan akan dibukanya kembali aktivitas pariwisata di era new normal, perekonomian pariwisata diharapkan dapat pulih kembali, dengan catatan harus tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah potensi wabah lebih meluas.
Perkembangan teknologi dapat menjadi kesempatan bagi sektor pariwisata yang memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber bagi penerima devisa.

Terlebih dengan adanya MotoGP Mandalika Pertamina tahun 2022 menjadikan sumber pendapatan devisa terbesar , dengan jumlah 5000 penonton yang hadir dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan bahwa pariwasata di masa new normal harus menerapkan protokol kesehatan berbasis CHS (Cleanliness, Health, and Safey) di setiap destinasi pariwisata dan lini ekonomi kreatif sebagai upaya mempercepat pulihnya kepercayaan wisatawan nasional maupun internasional terhadap pariwisata Indonesia.

“Peningkatan inovasi dalam bidang promosi harus terus dilakukan salah nya yaitu dapat dilakukan melalui promosi aktif di media sosial,” ujar Septriana Tangkary, S.E.,M.M, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemkominfo RI, dalam Webinar Generasi Positif Thinking yang digelar oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema ‘Menyikapi dan Mensiasati Tren Industri Pariwisata di Era New Normal’, Jakarta (23/03/2022).

Menurutnya, penggunaan media sosial di masa pandemi ini dapat menjadi suatu momentum untuk membangun komunikasi maupun meningkatkan investment yang baik antara pengelola destinasi dengan calon wisatawan.

“Promosi yang aktif di media sosial dapat dilakukan dengan cara membuat konten yang bersifat positif yang berisikan aktivitas wisatawan yang pernah mengunjungi destinasi wisata tersebut,” jelas Septriana.

Septriana melanjutkan, promosi yang aktif juga harus diikuti dengan nilai-nilai lokal yang diwujudkan melalui tulisan yang menarik. Adapun postingan tersebut dapat berupa foto, video, atau film dokumenter pendek.

Sementara itu narasumber berikutnya, Pengamat Pariwisata Manado, Heidi Kristian Repi mengatakan bahwa pariwisata identik dengan mobilitas personal yang menyebabkan keingin tahuan dan antusias tinggi masyarakat, hingga menyebabkan kerumunan. Semenjak covid-19 hadir, terjadi banyaknya pembatasan-pembatasan yang berdampak negatif terhadap sektor ekonomi pariwisata.

Berdasarkan Data BPS tahun 2020, pandemi covid-19 menyebabkan penurunan hunian Hotel dengan hanya 12% tempat terisi, penurunan Wisatawan mancanegara sebesar 87%, dan sebesar 65% Pengusaha hotel bangkrut.

“Untuk menyiasati tren pariwisata di era new normal, maka harus merubah fokus kuantitas wisatawan yang hadir dengan peningkatan kualitas pariwisata, seperti peningkatan fasilitas-fasilitas publik dan fasilitas kesehatan yang memadai,” ujar Heidi.

Selain itu dibutuhkannya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk bekerja sama dengan perusahaan tour aplikasi dan konsisten melakukan promosi online guna memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Indonesia, khususnya Sulawesi Utara.

Narasumber terakhir, Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M selaku Anggota Komisi 1 DPR RI dapil Sulawesi Utara mengatakan, sangat dibutuhkan generasi muda yang mau bergerak maju dalam segala macam keahlian dan kemampuan teknologi yang dimiliki untuk menyelamatkan pariwisata di Indonesia.
“Di era new normal ada banyak sekali hal-hal baru yang harus di terapkan, khususnya untuk memastikan industri pariwisata tidak menjadi klaster covid 19,” ujar Hillary.

Menurutnya, industri pariwisata

harus bisa menjadi tempat yang aman untuk para wisatawan baik lokal maupun mancanegara supaya kemudian kita dapat memperkuat reputasi keamanan dari industri pariwisata yang ada di Indonesia.

“Caranya, harus dengan mempersiapkan fasilitas kesehatan dan membuat kebijakan kepada wisatawan agar menunjukkan akun peduli lindungi sebagai syarat sudah diberi vaksinasi Covid-19,” jelas Anggota Komsi 1 DPR RI fraksi Nasdem tersebut.

Selain itu, jika anak muda mengetahui tempat-tempat bagus, diharapkan anak muda bisa share foto tersebut, lalu memberi penanda tempat wisata tersebut. Sehingga kemudian penanda lokasi ini dapat diketahui banyak orang, dan banyak orang ingin berkunjung kesana.

“Saya sangat berharap dengan segala relasi yang dimiliki teman-teman, kalian mau terlibat dan mempromosikan tempat pariwisata, sehingga kita bisa membantu dan menyelamatkan perekonomian para pelaku industri pariwisata,” pungkasnya.(Red)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Jaksa Agung RI Mutasi Besar-besaran, Pejabat Kejaksaan

26 Mei 2024 - 07:29 WIB

Majelis Taklim Balwan Ziarah di Makam Abah Anom Tujuan & Nawaitu menimba ilmu

25 Mei 2024 - 13:03 WIB

Kolaborasi DUDI, STIE Ganesha Bina UMKM Dimsum dan Budidaya Jangkrik di Tangerang Selatan

25 Mei 2024 - 12:49 WIB

HUT Ke -44 Keluruhan Pamulang Timur Semarak Penuh Ceria

25 Mei 2024 - 07:24 WIB

Hati-hati Penipuan Calon Haji Oknum ASN ” H S Asal Kab,Lotim Ntb

21 Mei 2024 - 01:35 WIB

Komunitas De’Power Mak-Mak Depok Hadiri Deklarasi IBH di Caringin, Bogor

19 Mei 2024 - 15:15 WIB

Trending di Tenar News