Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Ekonomi · 20 Sep 2021 04:41 WIB ·

CADANGAN GAS NATUNA UTARA SEGERA DIKEMBANGKAN KEDAULATAN RI ATAS ZEE NATUNA UTARA


 CADANGAN GAS NATUNA UTARA SEGERA DIKEMBANGKAN KEDAULATAN RI ATAS ZEE NATUNA UTARA Perbesar

Jakarta – tenarnewstv9 : terusik oleh ulah China. Sebenarnya yang diincar China dengan berulang2 melakukan pelanggaran atas wilayah ZEE RI di Natuna Utara yg sudah diakui oleh PBB berdasarkan Hukum Laut Internasional adalah Gas nya bukan ikannya. Sementara “nine dash line” yg dtumpang tindihkan oleh China dengsn ZEE Natuna Utara, tidak diakui PBB hingga hari ini. Tujuan China mengerahkan kapal2nya bukan sekedar mengganggu nelayan Indonesia atau mengganggu lalu lintas pelayaran di Laut China Selatan, tetapi lebih dari itu !. Naif kalau hanya di anggap sekedar urusan ikan. Lha wong ikan yg ada diperairan ZEE Natuna Utara itu bisa berenang dan pindah kemana2 di seluruh Laut China Selatan termasuk ke sepanjang pinggir pantai China dari Hunan sampai ke perbatasannya di Utara dengan Korea Utara dan Selatan. Oleh karenanya Pemerintah harus segera secara nyata/de fakto hadir dengan mengembangkan cadangan gas raksasa di Natuna Utara untuk menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan membangun Industri Terintegrasi Hulu Hilir Barbasis Gas.

Termasuk kemungkinan gas CO2 dimanfaatkan sebagian untuk dialirkan ke Sumatra untuk membantu menaikkan produksi minyak dengan teknologi EOR ( enhanced oil recovery). Produksi Blok Rokan berpeluang bisa dinaikkan dengan EOR CO2 apabila EOR Surfaktant tidak bisa berjalan. Selain itu, penting untuk menyiapkan Kawasan Industri Terintegrasi Hulu Hilir (KITHH) seperti Kawasan Natuna Utara ini untuk menggunakan listrik yg bersih, aman, bisa nyala 24 jam (non-intermitten), dan murah dengan biaya produksi listrik (LCOE – Levelized Cost Of Electricity) harus lebih murah dari PLTU Batubara yg meskipun non-intermitten namun banyak menghasilkan emisi karbon dan pollutant. Maksudnya agar produk industri dari KITHH bisa bersaing di pasar dunia dalam jangka panjang sejalan dengan keinginan dunia dengan udara yg bersih dan untuk memitigasi perubahan iklim yg disebabkan oleh kenaikan suhu bumi. Houston, 16 September 2021. (Kurtubi – Ketua Kaukus Nuklir Parlemen 2014 – 2019)

( H.H. 01 )

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Proyek Renovasi Kantor Gubernur NTB Dikerjakan Awal Agustus

22 Juli 2024 - 16:25 WIB

KOPERASI HKTI MINTA KORPORASI PERKEBUNAN TIDAK SEMENA MENA TERHADAP PETANI

17 Juli 2024 - 15:03 WIB

“SANG MUALLAF ” KISAH MENARIK UNTUK DI BACA DAN DI RENUNGKAN.

17 Juli 2024 - 05:46 WIB

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna, Persetujuan Raperda LPJ Anggaran 2023

16 Juli 2024 - 14:32 WIB

TRAMP Siap Hijaukan Dan Bersihkan Bantaran Sungai

16 Juli 2024 - 06:14 WIB

Daftar Kekayaan 34 Kapolda se-Indonesia, Ada yang 23 Miliar, Cek Sekarang

15 Juli 2024 - 12:14 WIB

Trending di Tenar News