ABAH UHEL FIGUR POTENSIAL PIMPIN PARTAI NASDEM NTB

- Jurnalis

Sabtu, 4 September 2021 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Didin Maninggara

Saya terinspirasi pagi ini, Sabtu, 4 September 2021, usai senam di depan Kantor Walikota Tangerang Selatan, Banten. Ingin menulis satu sisi tentang TGH Suhaili Fadhil Thohir di media sosial ini. Padahal, saya dengan Abah Uhel, sapaan akrabnya, hanya pernah bertemu selintas dua kali. Yakni, ketika ia menjabat Ketua DPRD NTB, sekian puluh tahun silam dan di Kantor Golkar Sumbawa, sekitar tahun 2017. Itu pun ketemu ramai-ramai.

Adapun inspirasi saya, adalah alangkah baik dan strategis, jika Abah Uhel, pindah haluan politik untuk memimpin Partai NasDem NTB, menggantikan Muhammad Amin yang wafat pada 7 Agustus lalu.

Wacana saya ini merupakan aktualisasi dari berpikir merdeka. Bebas menganalisa. Bebas dari kepentingan orang perorang. Bebas mengungkap sisi pandang dari yang tidak terungkap. Sebab saya menulis, lebih karena keterpanggilan yang tertanam begitu lama dari pantulan jiwa dan naluri sebagai wartawan, sejak 1979.

Abah Uhel, adalah politisi kawakan. Pernah menjadi Bupati Lombok Tengah dua periode. Pengaruhnya begitu besar. Setelah lengser dari jabatannya sebagai Ketua Golkar NTB, diteruskan Mohan Roliskana, Walikota Mataram hasil pilkada 2020.

Baca Juga :  IA ITB Adakan Buka Puasa Bersama Untuk Menyiapkan Agenda Besar Di Bulan Juni 2023

Abah Uhel sempat menyatakan kecewa karena DPP Partai Golkar menolak maju di musda beberapa bulan lalu. Kekecewaannya begitu dalam, sehingga terucap kalimat “ada pelacur politik di Golkar.”

Meski tidak menyebut siapa yang dimaksud, tapi saya menduga-duga, ucapan itu ditujukan ke pihak di DPP.

Prestasi gemilang selama satu periode memimpin Golkar NTB patut diacungi jempol. Pasalnya, Golkar menjadi pemenang pemilu legislatif yang mengantar Hj. Isvie Rupaeda menduduki kursi Ketua DPRD NTB. Isvie merupakan Sekretaris DPD I era Suhaili.

Menelisik prestasi lainnya, Abah Uhel telah menciptakan pondasi yang kuat dalam membangun soliditas kader yang terbelah. Kendatipun muncul riak-riak politik yang berseberangan, itu bagian dari dinamika. Sesuatu keniscayaan di institusi apapun. Apalagi, di institusi politik sekelas Golkar. Namun, ia mampu menenangkan angin puting beliung di pohon beringin tua itu.

Baca Juga :  Selamat Hari Pers Nasional 2024. Tak ada demokrasi tanpa kebebasan pers, tak ada kebebasan pers tanpa demokrasi

Beberapa hari lalu, saya bertandang ke markas besar Partai NasDem di Menteng, Jakarta Pusat. Saya menulis catatan pendek, bahwa terbetik kabar, DPP belum menemukan figur yang pas pengganti Muhammad Amin di Partai NasDem NTB.

Jika Abah Uhel mengikuti jejak Amin, pasangannya di Pilgub 2018, saya yang menulis bebas tanpa sedikit pun kepentingan politik, sangat apresiasi. Sebab ada optimistis, NasDem NTB di bawah kepemimpinan sekaliber Abah Uhel dapat meneruskan agenda politik yang dirancang Amin menuju pemilu legislatif dan pilpres 2024, kemudian pilkada serentak pada November di tahun sama.

Lebih jauh dari itu, saya mengamati, ada aspek kesamaan karakter politik antara Surya Paloh dan Abah Uhel yang sama-sama bergerak dinamis. Seni politiknya piawi. Sama-sama tumbuh dari satu akar kuat pohon beringin tua, tapi tetap rindang di tengah zaman.***

@Tangsel, 4 September 2024

Berita Terkait

Membaca Pesan Moral Diskusi Kebangsaan FWK: Mengenang Rasa Aman di Era Soeharto
RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS
Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*
Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026
Investasi di Balik Sepiring Makanan: Mengapa Santri Juga Membutuhkan Program Makan Bergizi
Muharam 1448 H, Meneguhkan Semangat Hijrah untuk Bangun Peradaban
Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Daya Saing Siswa SMK Techno Media*
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:37 WIB

Membaca Pesan Moral Diskusi Kebangsaan FWK: Mengenang Rasa Aman di Era Soeharto

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:51 WIB

RANCANG BANGUN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME KUIS PADA BIMBINGAN BELAJAR DI LABIBA NS

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Membongkar Realitas Makan Bergizi Gratis: Mesin Penggerak Baru atau Beban Fiskal Berkedok Gimmick Mikroekonomi?*

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:24 WIB

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 23:56 WIB

Berita Terbaru

Tenar News

Warga Desa Warujaya sambut baik Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:24 WIB

Tenar News

Senin, 15 Jun 2026 - 23:56 WIB