Antisipasi Pelanggaran, Lapas Cibinong Kedepankan Langkah Persuasif pada Warga Binaan

- Jurnalis

Sabtu, 12 Juni 2021 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong tetap fokus menjaga ketertiban dan keamanan melalui pendekatan persuasif kepada warga binaan.

Hal itu dilakukan guna menciptakan keamanan serta menekan sejumlah pelanggaran di dalam Lapas Cibinong.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Cibonong, Agung Nurbani mengatakan, pendekatan secara persuasif efektif mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan.

Dikatakan Agung, sejauh ini langkah tersebut juga secara tidak langsung meringankan kinerja para petugas keamanan yang jumlahnya hanya 175 personil mengawasi 1300 warga binaan.

“Jumlah personil saat ini sebanyak 175 personil pengamanan terdiri menjadi 4 regu. Tiap satu regu berjumlah 12 personil. Jadi perbandingan jumlahnya masih belum ideal,” kata Agung Sabtu,(12/6).

Baca Juga :  DiMusrenbang,"BabaiSentil Bappeda Kota Depok (Jabar )

Dia menyebut, untuk memenuhi kebutuhan pengamanan di 12 titik penjagaan di area Lapas dibutuhkan 24 personil di tiap titik penjagaan.

” Kami memiliki 6 menara, Portir, pintu satu dan dua hingga pintu di blok dibutuhkan 24 personil, itupun satu personil untuk satu posisi di tiap titik penjagaan,” ujar Agung.

Menyikapi keterbatasan jumlah personil pengamanan, selain pendekatan persuasif, pihak Lapas Cibinong juga melakukan sejumlah langka antisipasi menjaga ketertiban dengan pencegahan dan penindakan.

Langkah pencegahan, kata Agung, berupa menggeledah para pengunjung Lapas, dilakukan juga 3D screening serta menyita barang yang dilarang masuk Lapas.

“Kami juga lakukan razia rutin tiga kali dalam setu minggu dengan pola yang berbeda-beda atau random agar tidak mudah terbaca oleh warga binaan,” Imbuhnya.

Baca Juga :  Gudang Peluru Milik TNI di Bogor Meledak, Begini Kesaksian Warga

Agung juga tak menepis jika masih saja diketemukan sejumlah benda dilarang dimiliki para warga binaan. dak dapat dipungkiri saat razia masih saja ditemukan senjata tajam rakitan atau biasa disebut sikim.

“Dalam momen tertentu memang masih saja ditemukan Sikim. Dengan temuan tersebut kami semakin mempelajari pola masuknya barang terlarang tujuanya agar kami bisa melakukan langkah antisipasi lebih baik lagi,” jelasnya.

Lebih dari itu, upaya penindakan pelanggaran juga dilakukan pihak Lapas. Hal itu sebagai efek jera bagi warga binaan

“Bentuk penindakan berupa ruang isolasi hingga dicabut hak-haknya, ” Pungkas Agung. (DimasAnggoro)

Berita Terkait

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik
Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung
Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”
Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*
Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa
Dewan td Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Dari Jakarta ke Dunia: Mengapa UU Penistaan Agama Indonesia Tertinggal dari Standar
Korban Banjir,” Warga RT 7/8 terima rembako dari Kades Warujaya
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:34 WIB

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Sabtu, 18 April 2026 - 17:32 WIB

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Kamis, 16 April 2026 - 18:30 WIB

Halal Bihalal UMKM Kelurahan Paninggilan Utara” UMKM Semakin Solid”

Kamis, 16 April 2026 - 14:17 WIB

Puluhan Tokoh Sepakat Lanjutkan Gagasan Try Sutrisno, Kembali ke UUD 1945 dan Haluan Negara*

Kamis, 16 April 2026 - 14:07 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdalene.id, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa

Berita Terbaru

Tenar News

Mengunakan Medsos Tetap Menjaga Etika Publik

Senin, 20 Apr 2026 - 21:34 WIB

Tenar News

Pemkab Bogor Relokasi Ratusan PKL pasar Parung

Sabtu, 18 Apr 2026 - 17:32 WIB