Menu

Mode Gelap
Pemkab Serang Diduga Serobot Lahan Eks Pasar Kragilan Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 H,Warga Himalo Diaspora Gelar Doa Bersama Peradi Nusantara Berkomitmen untuk Menjadi Advokat Spesialis dengan Dukungan Ombudsman RI Konsolidasi dan Silaturahmi antara DPN dan DPD Peradi Nusantara Provinsi Jawa Barat Taufik Bagus Murdianto Calek NasDem Dapil III DKI Jakarta Konsen Terhadap Kesehatan

Ekonomi · 8 Mar 2021 12:25 WIB ·

RELAWAN JOKOWI IKUT KOMENTARI KLB DEMOKRAT: MOELDOKO BUNTUNG, SBY-AHY UNTUNG


 RELAWAN JOKOWI IKUT KOMENTARI KLB DEMOKRAT: MOELDOKO BUNTUNG, SBY-AHY UNTUNG Perbesar

Senin, 08 Maret 2021, 11:30 wib

Relawan Jokowi Ikut Komentari KLB Demokrat: Moeldoko Buntung, SBY-AHY Untung

Tenarnews : Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut), mendapat sorotan banyak pihak, tak terkecuali kelompok relawan Jokowi.

Adapun KLB bikinan mereka yang kontra dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko sebagai ketua umum partai berlambang mercy itu.

Relawan Jokowi Mania (Joman) menilai pengambilalihan Partai Demokrat itu tidak beretika politik dan berbahaya buat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan demokrasi.

Ketua Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer berpendapat, baru pertama kali di era reformasi, pejabat Istana terlibat langsung merebut partai politik.

“Dengan segala hormat, apa yang dilakukan Moeldoko tidak baik. Ini jelas pastinya bisa mengganggu pikiran Presiden Jokowi,” kata pria yang akrab disapa Noel ini dalam keterangannya, Minggu (7/3/2021).

Aktivis 98 ini meyakini, Presiden Jokowi sama sekali tidak terlibat dalam KLB. Jadi, menurut Noel, salah jika Istana dituduh mengintervensi konflik Partai Demokrat. Dia juga meyakini bahwa perebutan Partai Demokrat adalah konflik internal lama.

Tentunya ada syahwat keinginan menuju pasar bebas Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024. “Saat ini, banyak tokoh yang bersiap diri menuju 2024. Salah satunya, mungkin Moeldoko,” kata Noel.

Dia pun menganalisa ada perangkap politik yang disadari atau tidak disadari oleh Moeldoko sendiri. Mantan Panglima TNI itu dianggap terjebak dalam desain politik Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“SBY ingin membesarkan anaknya. Desain kontruksi konflik seperti ini harusnya mudah terbaca oleh Moeldoko. Sayang beliau terjebak dalam syahwatnya,” ucapnya.

Dia pun meyakini, konflik itu akan memunculkan persepsi publik SBY teraniaya oleh elite politik yang berkuasa. Kata dia, kalau narasi teraniaya ini dimainkan secara piawai oleh kelompok SBY pastinya menguntungkan AHY untuk Pilpres 2024

Team : tenarnews

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

KOPERASI HKTI MINTA KORPORASI PERKEBUNAN TIDAK SEMENA MENA TERHADAP PETANI

17 Juli 2024 - 15:03 WIB

“SANG MUALLAF ” KISAH MENARIK UNTUK DI BACA DAN DI RENUNGKAN.

17 Juli 2024 - 05:46 WIB

DPRD Depok Gelar Rapat Paripurna, Persetujuan Raperda LPJ Anggaran 2023

16 Juli 2024 - 14:32 WIB

TRAMP Siap Hijaukan Dan Bersihkan Bantaran Sungai

16 Juli 2024 - 06:14 WIB

Daftar Kekayaan 34 Kapolda se-Indonesia, Ada yang 23 Miliar, Cek Sekarang

15 Juli 2024 - 12:14 WIB

Mesra,” SS & H.Encep gelar Pengukuhan BARESS

14 Juli 2024 - 11:26 WIB

Trending di Tenar News