Lahan Proyek Bendungan Meninting Kembali Bergejolak

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2020 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



TENAR NEWS, Lombok Barat– Lokasi lahan pembangunan proyek bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, kembali bergejolak.

Sejumlah warga dari para ahli waris almarhum A Adijah bersama Lembaga Misi Reklasering Republik Indonesia (LMR-RI) NTB, pada Sabtu (8/8/2020) mendatangi lokasi proyek bendungan Meninting untuk kembali memblokir titik lahan sawah yang diduga diklaim pemerintah sebagai lahan terdampak proyek bendungan namun para ahli waris tidak mendapat ganti rugi.

Para ahli waris kembali melakukan aksi ditengarai beberapa kali menyampaikan tuntutan kepada pihak pemerintah, namun hingga kini belum mendapat rasa adil atas tanah sawah seluas 5.509 meter persegi dengan SPPT Nomor 52.01.060.018.005.0038.0 yang telah diklaim pemerintah terkena dampak proyek pembangunan bendungan itu.

Baca Juga :  Mandor Proyek kantor Kel. Pondok Petir"gondol" uang 6 pekerja borongan, Hamim datangi Kantor Pemborong

Melalui kuasa LMR-RI NTB, para ahli waris meminta pihak terkait mengukur ulang tanah sawah tersebut sebagaimana bukti atas kepemilikan yang dimiliki yang tidak sesuai luas dan nilai ganti rugi yang diterim ahli waris. Dimana para ahli waris merasa tanah sawah tersebut dicaplok, diratakan begitu saja tanpa ada ganti rugi yang adil.

“Kami pegang data. Para ahli waris A Adijah telah mempercayakan lembaga kami untuk memperjuangkan hak atas lahan sawah yang telah diklaim pemerintah terkena dampak proyek pembangunan bendungan itu namun tidak sesuai dengan ganti rugi yang diterima ahli waris,” tegas Andi Maladi selaku koordinator aksi para ahli waris.

Menanggapi aksi masa, Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik menyatakan siap memfasilitasi para ahli waris dengan para pihak untuk pertemuan selanjutnya guna mendapatkan solusi penyelesaian terbaik.

Baca Juga :  "SEKILAS INFO MEDIA TENARNEWS TV9"

Begitu juga Camat Gunungsari Mudasir berjanji akan memfasilitasi semua pihak terkait untuk bertemu guna membicarakan dan mencari solusi penyelesaian atas tuntutan para ahli waris.

Aksi unjukrasa para ahli waris yang dikawal ketat aparat dari satuan Polresta Mataram dipimpin Kabag Ops Kompol Taufik itu, juga dihdairi perwakilan dari BWS Nusa Tenggara 1, Camat Gunungsari Mudasir, serta aparat desa Bukit Tinggi.

Setelah negosiasi berhasil dengan kesepakatan bahwa para ahli waris akan difasilitasi bertemu dengan BWS NT 1 dan BPN NTB dalam beberapa hari kedepan, selanjutnya warga membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Berita Terkait

Bekali Ketua Organisasi Kemahasiswaan Universitas Bina Nusantara menjadi Duta Anty Bullying, Kanwil Kemenkum DKJ Jakarta berikan penyuluhan hukum
Kemenbud RI Luncurkan Buku Sejarah Indonesia dan Penetapan Hari Sejarah
Diskusi Kebangsaan,” Pemikiran HOS Tjokroaminoto. Literasi Sejarah Bangsa.
Forum Silaturahmi Boemipoetra Nusantara (FSBN), Siap Adakan Kongres II Tahun 2026.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI ERA DIGITAL KIAN ANDALKAN DATA DAN TEKNOLOGI
IMPLENTASI MANAJEMEN STRATEJIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN
On the evening of December 6, 1735, in London, it was five o’clock. The stone
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 23:06 WIB

Bekali Ketua Organisasi Kemahasiswaan Universitas Bina Nusantara menjadi Duta Anty Bullying, Kanwil Kemenkum DKJ Jakarta berikan penyuluhan hukum

Senin, 15 Desember 2025 - 07:55 WIB

Kemenbud RI Luncurkan Buku Sejarah Indonesia dan Penetapan Hari Sejarah

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:23 WIB

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:05 WIB

Diskusi Kebangsaan,” Pemikiran HOS Tjokroaminoto. Literasi Sejarah Bangsa.

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:56 WIB

Forum Silaturahmi Boemipoetra Nusantara (FSBN), Siap Adakan Kongres II Tahun 2026.

Berita Terbaru

Tenar News

Sabtu, 13 Des 2025 - 20:23 WIB